Jumat 4 Rabiulakhir 1437 / 15 Januari 2016 14:36
KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada3 (tiga) lembaga penyiaran televisi yaitu TV One, Indosiar, dan INEWS.
Ketiganya dianggap melakukan pelanggaran atas Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012 dalam peliputan ledakan yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pagi (14/1).
Pada stasiun TV One, KPI menemukan pelanggaran P3 & SPS dalam program berita “Breaking News” dimana menampilkan visualisasi mayat yang tergeletak di dekat Pos Polisi Sarinah tanpa melakukan sensor.
“Gambar tersebut ditayangkan tanpa adanya penyamaran (blur), sehingga terlihat secara jelas,” demikian dikutip laman resmi kpi.go.id, Jum’at (15/1/2016).
Selain itu, pada program ini pula ditampilkan informasi yang tidak akurat tentang “Ledakan Terjadi di Slipi, Kuningan, dan Cikini”.
“Meskipun kemudian dikoreksi, tentunya telah menimbulkan keresahan masyarakat. Hal ini melanggar prinsip-prinsip jurnalistik tentang akurasi berita serta larangan menampilkan gambar korban atau mayat secara detil,” dalam rilis KPI.
Kasus yang sama pula ditemukan KPI pada program jurnalistik “Patroli” yang disiarkan stasiun televisi Indosiar pada pukul 11.05 Wib.
Visualisasi mayat korban ledakan juga ditemukan pada program Breaking News di INEWS TV. Program ini juga menampilkan informasi yang tidak akurat memberitakan “Ledakan Juga Terjadi di Palmerah”. Padahal berita tentang ledakan di tempat lain itu tidak benar.
Sementara, satu stasiun radio ELSHINTA, juga ditegur. KPI mendapati beberapa kali menyampaikan berita bahwa terjadi ledakan di beberapa lokasi selain yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin.
KPI menilai telah terjadi pelanggaran prinsip jurnalistik seperti yang telah diatur dalam P3 & SPS oleh keempat lembaga penyiaran ini. Sanksi administratif berupa teguran tertulis, telah dilayangkan KPI kepada lembaga penyiaran yang disebut di atas.
Hingga saat ini, KPI masih terus melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap siaran di televisi dan radio lainnya, terkait peliputan ledakan ini. (suandriansyah/Islampos)







0 komentar:
Posting Komentar